Cerpen Susah Mengucapkan Maaf
Ini merupakan sebuah kisah di mana orang-orang sangat susah mengucapkan kata maaf jika melakukan kesalahan baik disengaja atau tidak. Dan dalam kisah ini mengajarkan kita untuk belajar mengucapkan maaf pada orang lain tanpa harus mempertahankan ego dalam diri.
******
Hari minggu merupakan hari yang menyenangkan bagi semua orang, karena hari itu merupakan hari berkumpulnya keluarga. Berhubung semuanya sedang berkumpul Rachel pun menghampiri ayahnya yang sedang bersantai di ruang keluarga.
"Ayaah hari ini kan minggu cuma hari ini kita ada waktu, ayook lah kita jalan-jalan, aku mau ke mall", ucap Rachel sigadis cilik nan cantik.
"Mau ke mall yaa aku juga ikuuuut", teriak kakaknya Rachel kegirangan.
"Itukan yah kakak juga mau ikut, jadi tunggu apalagi ayook kita berangkat", kata Rachel dengan semangatnya.
"Yaa sudah boleh, tapi mandi dulu sana, baru kita berangkat, siapa yang tidak mandi tidak boleh ikut, sekalian tanya ibu mu ikut atau tidak", kata ayah Rachel.
Rachel pun langsung lari ke kamar mandi, dan bersiap-siap mau berangkat ke mall. Sedangkan kakaknya Rachel menuju dapur dulu menemui ibunya, "bu kami sekarang mau ke mall bareng ayah, ibu ikut tidak", tanya kakaknya Rachel.
"Tidak nak kalian saja yang pergi, ibu belum siap pekerjaan rumah, bentar lagi juga mau nyuci, pakaian sudah menumpuk", jawab ibunya Rachel.
"Ya sudah bu, aku mau siap-siap dulu ya", kata kakaknya Rachel.
Dan tak lama kemudian, setelah semuanya siap mereka pun menuju ke mobil. Sampai di mobil karena buru-buru mau masuk ke dalam mobil, tidak sengaja Rachel menginjak kaki kakaknya. "Aduuuh sakit Rachel", teriak kakaknya. "Hehee tidak sengaja kak", ucap Rachel dan langsung masuk ke dalam mobil.
Ayah mereka menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anaknya tersebut. "Rachel coba keluar dulu sebentar jangan masuk dulu ke dalam mobil", perintah ayahnya.
Rachel pun langsung keluar, dan bertanya "kenapa lagi ayah, ayook kita berangkat, udah g' sabar ni mau belanja", kata Rachel.
"Rachel tadi kamu menginjak kaki kakak mu kan, kenapa kamu tidak meminta maaf", tanya ayahnya Rachel.
"Tapi aku kan tidak sengaja ayah kenapa harus meminta maaf", jawab Rachel.
"Nak sengaja maupun tidak sengaja ucapkanlah maaf", kata ayahnya.
"Tidak aku tidak mau, titiik", jawab Rachel.
"Rachel ayah hanya ingin satu kata keluar dari mulut mu yaitu maaf, cepat ucapkan lah maaf pada kakakmu".
"Aku tidak mau ayah, aku tidak salah, tadi itu tidak sengaja menginjak kaki kakak".
"Meminta maaf bukan berarti salah nak, meminta maaf adalah salah satu perbuatan yang mulia", kata ayahnya lagi.
"Sudahlah ayah tidak perlu di perpanjangkan lagi, ayook kita berangkat terus", kata kakaknya Rachel.
"Tidak bisa nak, Rachel tetap harus meminta maaf, kata maaf itu memang terlihat gampang sehingga dengan mudah orang-orang menyepelekannya, maka dari itu ayah tidak ingin anak ayah juga menyepelekan kata maaf, ayoo Rachel ucapkan maaf pada kakakmu dengan wajah menunduk", kata ayahnya dengan memaksa.
Rachel pun mulai mengikuti perintah ayahnya, "ya sudah aku minta maaf, tadi tidak sengaja menginjak kaki kakak", ucap Rachel dengan wajah menunduk.
"Tidak masalah Rachel sudah kakak maafkan", jawab kakaknya dengan tersenyum.
Ayah mereka pun ikut tersenyum, "naah jika seperti itu kan enak dilihatnya, coba kalau dari tadi Rachel langsung minta maaf, kita sudah sampai di mall. Ayah juga berpesan pada kalian berdua jangan sulit mengucapkan maaf pada orang lain, karena jika kita mudah mengucapkan maaf maka orang lain pun akan mudah menghargai kita". Kata ayahnya.
"Iya ayah", jawab mereka serentak.
Dan mereka pun langsung menuju ke mall dengan wajah gembira, di dalam mobil mereka asyik bernyanyi sambil bercanda tawa, yang tadi sudah dilupakan dan yang sekarang sedang dilaksanakan. Sampai di mall mereka langsung berbelanja memilih-milih apa saja yang ingin di beli. Dan Rachel sedang asyik melihat-lihat mainan yang ingin dibeli, tiba-tiba lewat seorang wanita yang tidak sengaja menyenggol Rachel. Dan Rachel terkejut mainan ditangannya pun jatuh, namun tidak pecah ataupun lecet.
"Ayah lihatlah wanita itu dia menyenggol ku, dan langsung pergi tanpa meminta maaf kepada ku", kata Rachel kesal.
"Mungkin dia tidak sengaja nak", jawab ayahnya singkat.
"Tapi kata ayah tadi sengaja maupun tidak sengaja kita tetap harus meminta maaf, kenapa tadi aku dipaksakan untuk meminta maaf, sedangkan disaat orang lain melakukan hal yang sama kepada ku mereka malah tidak meminta maaf, ini tidak adil, pokoknya mbak itu harus meminta maaf kepada ku, ayah harus katakan pada dia untuk meminta maaf pada ku", kata Rachel dengan wajah cemberut.
"Ya sudah nak, ayah akan menghampiri wanita itu menyuruh untuk meminta maaf padamu", kata ayahnya.
Dan ayah Rachel pun menghampiri wanita tersebut, "maaf mbak tadi saya lihat anda tidak sengaja menyenggol anak saya, namun langsung pergi tanpa mengucapkan satu kata pun", kata ayahnya Rachel.
"iya, terus kenapa?", tanya wanita tersebut.
"Saya menginginkan anda meminta maaf kepada anak saya", kata ayah Rachel lagi.
"Whaat tadi saya tidak sengaja menyenggolnya kenapa harus meminta maaf, lagian dia juga seorang anak-anak", jawab wanita tersebut.
"Sengaja atau tidak, dan anak-anak atau bukan, saya meminta anda untuk segera mengucapkan maaf kepada anak saya", desak ayahnya Rachel.
"Tidak saya tidak mau, dia hanya seorang anak-anak apa hebatnya dia, seharusnya anak-anak itu menghormati yang tua, bukan malah menyuruh-nyuruh saya meminta maaf kepada dia", jawab wanita itu dengan kesal.
"Bagaimana anak-anak bisa menghormati yang tua jika yang tua saja tidak bisa menghargai mereka, belajar menghargai yang lebih muda agar mereka juga bisa menghormati yang tua, dan sekarang saya mohon kepada anda untuk segera meminta maaf kepada anak saya", kata ayahnya Rachel.
"Saya tetap tidak mau, kenapa masalah kecil seperti ini harus diperbesarkan, jika anda sadar sebagai orang tua seharusnya anda ajari anaknya jika ada masalah kecil jangan diperbesarkan", jawab wanita itu.
"Saya sedang mengajarkan anak-anak saya belajar untuk mengucapkan kata maaf kepada orang lain disaat mereka melakukan kesalahan baik disengaja maupun tidak, dan saya hanya meminta kepada anda untuk mengucapkan satu kata yaitu maaf, kenapa begitu sulit satu kata itu keluar dari mulut anda", kata ayahnya Rachel.
"Okeee, saya minta maaf, sudah cukupkan", kata wanita itu.
Ayahnya Rachel menggelengkan kepala, "tidak mbak, bukan kepada saya anda harus meminta maaf, tapi kepada anak saya yang itu", kata ayahnya Rachel sambil menunjuk ke atas Rachel.
"Ooh My God, ada apa hari ini, kenapa saya harus berjumpa dengan orang seperti ini, saya sudah meminta maaf barusan dan tidak ingin mengucapkan lagi", kata wanita tersebut sambil pergi meninggalkan mereka.
"okee tidak masalah", jawab ayahnya Rachel.
Dan ayahnya Rachel pun pergi mau berjumpa dengan manager mall tersebut.
Dan beberapa saat kemudian, "maaf pak apakah bapak manager mall ini?", tanya ayahnya Rachel.
"Iya betul, ada keperluan apa bapak berjumpa dengan saya", tanya manager itu pada ayahnya Rachel.
"Jadi begini pak, tadi kami sedang berbelanja di sini, dan tiba-tiba seorang wanita menyenggol anak saya, dan langsung pergi tanpa meminta maaf, saya pun mengejarnya dan meminta pada dia untuk mengucapkan maaf kepada anak saya, dan wanita itu bersikeras tidak mau meminta maaf, saya sedang mengajari anak saya untuk belajar meminta maaf kepada orang lain, dan saya mohon semoga bapak bisa mambantu saya menemui wanita yang tadi, suruh meminta maaf kepada anak saya", kata ayahnya Rachel.
"Ya sudah pak mari kita temui wanita itu, biar saya yang bilang".
Dan ayahnya Rachel beserta pak manager mall itu pun menghampiri wanita yang tadi. "maaf mbak, kata bapak ini tadi mbak menyenggol anaknya, dan tidak mau meminta maaf, apa benar?", tanya pak manager itu.
"Ooh My God, hanya masalah sepele ini beliau juga memanggil bapak untuk menemui saya", kata wanita itu kesal.
"Jadi benar anda tidak mau meminta maaf kepada anaknya, dan sekarang saya mohon kepada anda untuk mengucapkan kata maaf kepada anak bapak ini yang mbak senggol tadi", kata manager itu.
"Saya tidak mau, sungguh memalukan sekali kenapa juga saya harus meminta maaf kepada anak kecil", jawab wanita itu.
"Okee jika anda tetap bersikeras mempertahankan ego, tolong tunggu di sini sebentar", kata manager itu sambil pergi.
Dan tak lama kemudian pak manager itu datang kembali dengan membawa beberapa orang polisi, "pak inilah wanita yang saya ceritakan barusan telah melakukan kesalahan namun tidak mau meminta maaf, tangkaplah dia", kata pak manager itu.
"Loh apa-apaan ini, saya tidak melakukan kesalahan apa-apa, ini fitnah pak polisi, tadi saya tidak sengaja hanya menyenggol anak kecil, dan ayahnya terlalu memperbesar-besarkan masalah, apakah saya harus masuk ke penjara", kata wanita itu panik.
"Tangkap saja dia pak", suruh pak manager mall itu pada pak polisi.
"Jangan pak, saya tidak menyuruh untuk menangkap mbak ini, saya hanya meminta dia meminta maaf kepada anak saya, itu saja tidak lebih", kata ayahnya Rachel.
"Tapi dia tidak mau meminta maaf kan pak, biar polisi saja yang menanganinya biar dia sadar", kata pak manager itu lagi.
Wanita itu pun tambah panik, "saya tidak mau ke kantor polisi, lepasin saya pak", ucap dia dengan wajah takut.
"Pak polisi tolong lepaskan mbak ini, tadi beliau memang benar tidak sengaja menyenggol saya dan saya ingin mbak ini meminta maaf kepada saya, hanya satu kata yaitu maaf, hampir semua orang menyepelekan kata maaf, padahal satu kata itu sangat besar manfaatnya, orang yang meminta maaf belum tentu salah, memaafkan itu adalah perbuatan yang mulia", kata Rachel dengan polosnya.
Wanita itu pun menangis dan langsung memeluk Rachel, "saya minta maaf dek, tadi tidak sengaja menyenggol adek, maafkan saya", kata wanita itu.
"Sudah saya maafkan mbak, kata ayah saya jika kita melakukan kesalahan pada orang lain, disengaja maupun tidak, kita tetap harus meminta maaf". Ucap Rachel.
Melihat pelukan haru antara Rachel dengan wanita itu semua orang yang ada di situ ikut terharu dan tersenyum. Akhirnya semua permasalahan yang terjadi tadi pun selesai dengan perdamaian.
***
Dari kejadian itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa belajarlah membiasakan diri untuk meminta maaf kepada orang lain, jangan terlalu mempertahankan ego dalam diri. Karena orang yang berani meminta maaf terlebih dahulu adalah orang yang paling mulia dari pada orang yang memaafkan.
Not. Cerpen ini saya tulis karena terinspirasi dari kisah luar.
"SEKIAN"

Comments
Post a Comment