Renungan Ketika Ajal Merasa Cemburu



Suatu hari ajal sedang duduk termenung di taman, yang mana orang-orang sedang asyik bermain. Raut wajahnya terlihat sangat sedih melihat orang-orang lalu lalang yang tertawa gembira. Tiba-tiba jodoh lewat dan melihat ajal duduk sendirian dengan wajah yang begitu sedih. Rasa penasaran pun timbul dalam diri jodoh, dan dia pun datang menghampiri ajal yang dari tadi duduk sendirian.

"Hai ajal ada apa dengan mu, sepertinya kamu terlihat begitu sedih?", tanya jodoh.

Ajal tidak menjawab dia hanya diam seribu bahasa.

"Ada apa dengan mu ajal, cobalah cerita padaku, mungkin aku bisa beri nasehat walau tidak bisa membantu".

"Aku merasa iri dengan mu jodoh, sangat iri semuanya seperti tidak adil", jawab ajal.

"Kenapa kamu tiba-tiba iri dengan ku ajal, ada apa dengan mu?", tanya jodoh semakin penasaran.

"Aku cemburu dengan mu jodoh, kamu begitu spesial di mata semua manusia, sedangkan aku seolah-olah sangat hina di mata manusia, mereka selalu berlari dari ku", jawab ajal dengan wajah menunduk.

"Hmmm wahai ajal hanya karena itu kamu menghabiskan waktu termenung sedih sendirian seperti ini", tanya jodoh.

"Iya, wajar jika aku sedih, karena aku dengan mu sama-sama milik Tuhan, tapi setiap manusia membedakan posisi kita begitu jauh, mereka sangat mengagung-ngagungkan mu, mengejar mu, dan selalu meminta pada Tuhan untuk di dekatkan dengan mu, sedangkan aku mereka tidak pernah mengingat ku sama sekali, mereka selalu menghindar dari ku, disaat aku datang mereka tidak mau menerimanya, mereka mengusir ku, sehina itukah aku, sehingga timbul amarah dalam diriku, maka mau tidak mau ku dekati mereka secara paksa, walau pun mereka menangis meronta-ronta", jawab ajal panjang lebar.

Jodoh pun tersenyum mendengar jawaban dari ajal tersebut. "Janganlah kau merasa sedih dan cemburu wahai ajal, begitulah manusia akibat kebanyakan makan micin mereka selalu merasa hebat, sehingga lupa terhadap kepahitan di akhir hayat, padahal kita berdua sama-sama penting untuk di ingat, jika mereka mendekati ku dengan menikah maka mereka bisa jauh dari zina, dan jika mereka banyak mengingat mu maka mereka sudah pasti semakin dekat dengan Tuhan, dengan semakin dekat dengan Tuhan, mereka juga pasti mempersiapkan bekal disaat kau datang secara tiba-tiba".


"Tapi kebanyakan manusia lebih sibuk memikirkan mu jodoh, padahal kamu belum pasti datang kepada mereka, sedangkan aku yang sudah pasti datang, mereka malah melupakan ku, inikan tidak adil", kata ajal.

"Itulah ajal, kebanyakan manusia itu maunya hidup enak terus, tidak mau yang pahit, mereka selalu meminta kepada Tuhan supaya dimasukkan ke dalam surga yang hidupnya luarbiasa senang lagi kekal untuk selama-lamanya, tapi mereka lupa bahwa untuk mencapai tempat yang indah tersebut ya harus melewati jalan yang pahit yaitu lewat mu ajal, jika mereka sering mengingatmu maka mereka akan sabar dalam menghadapi setiap ujian atau cobaan dalam dunia ini, dan sering melaksanakan ibadah, karena yakin bahwa hidup di dunia itu hanya sebentar", kata jodoh.

Mendengar penjelasan jodoh tersebut hati ajal menjadi senang dan gembira kembali, "berarti aku tidak kalah penting kan dari mu jodoh, seharusnya manusia itu harus seimbang dalam memperlakukan kita bukan kah begitu?", tanya ajal dengan tersenyum.

Jodoh pun mengangguk tersenyum, "benar ajal, kamu itu sangat penting untuk diingat karena jalan menuju tempat terakhir yang indah maupun buruk adalah lewat mu, dan aku juga penting selama manusia hidup di dunia karena dengan adanya aku mereka bisa jauh dari zina".

                                   ******
Dari percakapan ajal dengan jodoh tersebut bisa kita renungkan bahwa jangan terlalu sibuk dalam memikirkan jodoh sehingga lupa terhadap ajal yang datang secara tiba-tiba, ajal tidak menunggu kita tua. Dia datang kapan saja dan di mana saja dalam kondisi apa pun, sesuai dengan perintah Allah. Sudah siapkah kita bertemu dengan AJAL?? Jika belum maka dari sekarang perbanyaklah beribadah, banyak mengingat Allah, berprilaku lah yang baik sesama manusia tanpa harus ada permusuhan selama masih dikasih kesempatan tinggal di alam dunia ini.

                                "SEKIAN"

Comments